Selamat Datang di Wabsite Resmi
DPRD Kota Sukabumi
Friday, 19 Oct 2018
 
 
    Yunus Suhandi MENEGASKAN TAHUN 2018 MERUPAKAN TAHUN POLITIK PDF Print E-mail
    Written by Administrator   
    Monday, 29 January 2018 15:54

    Juanda, (Humas Setwan).- Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi, dalam obrolan santainya di Ruang Lobby DPRD maupun Walikota Sukabumi HM. Muraz, dalam setiap pertemuannya belum lama ini menyatakan, bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik, karena bakal dilaksanakan Pilkada (Pemilihan Kepala Daérah) serentak di 171 Daérah se-Indonésia, yang terdiri dari 17 Propinsi, 39 Kota dan 115 Kabupatén, termasuk Propinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi.

    “Untuk Propinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi, masing-masing ada empat Paslon (Pasangan Calon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Mereka daptar serta saat ini lagi divérifikasi oleh KPU Propinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi, sdejak penetapan Palonnnya menurut rencana bakal dilaksanakan pada tanggal 12 Pébruari 2018. Selanjutnya dari tanggal 15 Pébruari 2018 sampai 23 Juni 2018 yakni kampanyeu, dan puncaknya Pemilihan Suara pada tanggal 27 Juni 2018,” terang Ketua DPRD.

    Sementara itu Walikota Sukabumi menyerukan kepada lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi yang telah memiliki hak pilih termasuk para ASN (Aparatur Sipil Nagara), agar bersinergi menyukséskan pésta démokrasi, dengan melaksanakan pencoblosan pada waktunya, yakni tanggal 27 Juni 2018 sejalan dengan hati nurani, aspirasi dan pilihan masing-masing. Khusus bagi para ASN, sejalan dengan nétralitas birokrasi dilarang jadi partisan Paslon tertentu, tidak boleh mendorong dan menggunakan atribut Parpol tertentu dalam masa kampanyeu, serta tidak boleh jadi Timsés (Tim Suksés)bagi para Paslon.

    “Artinya para ASN tidak harus berdiri tegak seperti golongan dan Parpol, serta memberi pelayanan dan fasilitasi untuk kelancaran Pilkada yang aman, tertib, ayem, tentram dan rukun serta Jurdil (Jujur dan Adil). Para ASN juga harus selamanya berdiri tegak memberi pelayanan publik yang sebaik-baiknya kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa membéda-bédakan agama, suku dan aliran politik tertentu,” ungkapnya.

    Walikota Sukabumi mengharapkan, Pilkada Serentak Tahun 2018 harus disikapi oleh kearifan dan kepintaran oleh seluruh lapisan warga masyarakat, Atau dengan kata lain di negara démokratis, penyelenggaraan Pilkada tersebut harus diterjemahkan sebagai kejadian biasa serta tidak perlu disikapi secara berlebihan. Apalagi sampai menimbulkan perpecahan dan merusak kesatuan dan persatuan, sampai saat ini sudah terpatri secara baik dan  aman dan nyaman. (B)

    Last Updated on Tuesday, 27 February 2018 15:01